Ibrah

Ancaman Allah Bagi Mereka yang Tidak Berpegang Teguh pada Al-Quran

Foto: Unsplash
42views

Allah berfirman dalam Surah Thaha ayat 100:

مَنْ اَعْرَضَ عَنْهُ فَاِنَّهٗ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وِزْرًا

Barang siapa berpaling daripada Al-Quran maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar pada Hari Kiamat.

Maksud berpaling dari Al-Quran adalah tidak mengimaninya, meremehkan, atau tidak menjalankan perintah-perintah dan larangan-larangan yang terkandung di dalamnya, atau enggan mempelajari makna-maknanya yang wajib diketahui.

Ayat ini sangat sesuai untuk dibawakan setelah kisah Bani Israil yang mana mereka lebih memilih berpaling dari ajaran Nabi Musa lantas mengikuti jalan orang yang menyesatkan mereka, yaitu Samiri. Ayat ini adalah peringatan bagi umat Nabi Muhammad ﷺ agar jangan sampai terjatuh dalam kesalahan yang sama seperti mereka. Jadi, salah satu wujud keberpalingan dari Al-Quran adalah tidak mempelajari kandungannya dan malah berusaha mencari hidayah dari selain Al-Quran, seperti dari buku para filosof atau kitab-kitab suci lainnya selain Al-Quran.

Dikisahkan bahwa suatu ketika Umar bin Khattab menghadap Rasulullah ﷺ dengan membawa sebuah kitab yang ia dapatkan dari sebagian Ahli Kitab. Nabi Muhammad ﷺ pun membacanya kemudian menegur keras Umar dengan bersabda, “Apakah engkau termasuk orang yang bimbang, wahai Ibnu Khattab!? Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku telah datang kepada kalian dengan agama yang putih bersih. Janganlah kalian menanyakan apa pun kepada para Ahli Kitab itu! Bisa jadi ketika mereka mengabarkan kebenaran, kalian malah mendustakannya. Dan, sebaliknya, ketika mereka mengabarkan kebatilan kalian malah memercayainya. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, andai Musa masih hidup niscaya dia wajib mengikuti aku.”

Cukuplah wahyu kepada Nabi Muhammad ﷺ, baik berupa Al-Quran maupun hadis-hadis, sebagai hidayah iman bagi kita.

BACA JUGA: Keajaiban yang Kekal Bernama Al-Quran

Kemudian Allah mengancam mereka yang tidak berpegang teguh kepada Al-Quran dan sunnah, dan malah mencari hidayah dari selain keduanya, bahwa mereka kelak akan memikul dosa mereka yang berat.

Sebagian ulama menyatakan bahwa dosa-dosa kelak akan memiliki fisik yang buruk dan berbau busuk sehingga ia benar-benar dapat dipikul oleh pelakunya. Perlu kita ketahui bahwa ungkapan “memikul dosa” beberapa kali disebutkan dalam Al-Quran. Seperti dalam firman Allah pada Surah Al-An’am (6) Ayat 31:

قَدْ خَسِرَ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِلِقَاۤءِ اللّٰهِ ۗحَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوْا يٰحَسْرَتَنَا عَلٰى مَا فَرَّطْنَا فِيْهَاۙ وَهُمْ يَحْمِلُوْنَ اَوْزَارَهُمْ عَلٰى ظُهُوْرِهِمْۗ اَلَا سَاۤءَ مَا يَزِرُوْنَ

Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada malaikat dengan tiba-tiba, mereka berkata, “Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!” sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu.

Allah juga berfirman dalam Surah An-Nahl (16) ayat 25:

لِيَحْمِلُوْٓا اَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَّوْمَ الْقِيٰمَةِ ۙوَمِنْ اَوْزَارِ الَّذِيْنَ يُضِلُّوْنَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ اَلَا سَاۤءَ مَا يَزِرُوْنَ

(Ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-peluknya pada Hari Kiamat dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.

Kemudian lalu berfirman dalam Surah Al-Ankabut (29) ayat 13:

وَلَيَحْمِلُنَّ اَثْقَالَهُمْ وَاَثْقَالًا مَّعَ اَثْقَالِهِمْ وَلَيُسْـَٔلُنَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عَمَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ

Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada Hari Kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.

BACA JUGA: Balasan yang Berbeda untuk Golongan Kanan dan Golongan Kiri

Allah juga berfirman dalam Surah Fathir (35) ayat 18:

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى ۗوَاِنْ تَدْعُ مُثْقَلَةٌ اِلٰى حِمْلِهَا لَا يُحْمَلْ مِنْهُ شَيْءٌ وَّلَوْ كَانَ ذَا قُرْبٰىۗ

Dan orang-orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikit pun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya.[]

 

SUMBER: TAFSIR AT TAYSIR

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response