Kisah Al-Quran

Pendapat Ulama tentang Pengulangan Kisah Nabi Musa a.s.

foto: Pixabay
49views

Ibnu Taimiyah berkata tentang hikmah di balik pengulangan kisah Nabi Musa dalam Al-Quran. Menurutnya, “Maka tujuan utama dari kisah Musa adalah penetapan adanya Sang Pencipta dan kerasulan Musa karena Fir’aun mengingkari adanya Pencipta. Karenanya, kisah Musa sering kali disebutkan dalam Al-Quran melebihi kisah nabi yang lain. Karena, kisah para nabi selain Musa berisi bantahan kepada kaum musyrikin yang mengakui adanya Pencipta, dan kaum musyrikin dan Ahlul Kitab yang menjadikan anak bagi Pencipta. (An-Nubuwwat 1/183)

Selanjutnya, beliau juga berkata, “Dan Allah mengulangi kisah Musa a.s. bersama Fir’aun karena keduanya benar-benar berada pada dua sisi yang kontradiktif. Fir’aun berada di puncak kekafiran dan kebatilan, dengan mengingkari rububiyah (keberadaan) Allah dan kerasulan Musa, sementara Musa berada di puncak kebenaran dan keimanan, Dan Allah telah berbicara langsung tanpa perantara apa pun kepadanya, yang mana keistimewaan ini semakin mengukuhkan kerasulan Musa serta menegaskan keberadaan Allah Tuhan semesta alam, beserta sifat-sifat yang pantas bagi-Nya.

BACA JUGA: Hikmah Pengulangan Kisah Nabi Musa dalam Al-Quran

Hal ini berbeda dengan mayoritas kaum kafir yang dihadapi oleh Nabi lainnya, yang mana mayoritas mereka tidaklah mengingkari keberadaan Allah. Demikian pula tidak seorang pun di antara para rasul tersebut yang mendapat keistimewaan berbicara langsung dengan Allah, seperti yang dialami oleh Musa. Maka, pantaslah jika kisah Musa dalam mendakwahi Fir’aun adalah kisah yang paling agung dan paling baik kualitas dan kuantitas ibrah yang dapat disarikan darinya, baik untuk kaum Mukminin maupun kaum kafir. (Majmu Al-Fatawa 12/9)

Memperkuat pendapatnya, Ibnu Taimiyah pun berkata, “Karenanya Nabi ﷺ seringkali menceritakan kisah Bani Israil kepada umatnya. Beliau juga suka meneladani sikap Musa dalam banyak hal. Dan, tatkala dikabarkan tentang tewasnya Abu Jahl dalam Perang Badar, beliau berkata, ‘Dia ini adalah Fir’aun-nya umat ini.'” (Majmu Al-Fatawa 12/9)

Sementara itu, Ibnu Qayyim berkata, “Karenanya Allah mengulang-ulang pembawaan dan penguraian kisah Musa serta menghibur Rasulnya ﷺ dengannya. Ketika Nabi ﷺ mendapat gangguan dari orang-orang, beliau pun berkata, ‘Sungguh Musa telah diganggu dengan yang lebih berat daripada ini dan dia masih bisa bersabar.’” (Jalaa Al-Afhaam hlm. 199)[]

 

SUMBER: TAFSIR AT TAYSIR

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response