Tafsir

Makna Surah Thaha

foto: Pixabay
54views

Surah Thaha adalah surah Makkiyah karena ia diturunkan sebelum Nabi ﷺ hijrah ke Kota Madinah. Banyak hadis yang datang menunjukkan hal tersebut, seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, “Surah Bani Israil, Al-Kahfi, Maryam, Thaha, dan Al Anbiya adalah surah-surah pertama yang diturunkan di Kota Mekkah, itu semua termasuk surah yang sudah ku hafal semenjak dahulu.” (HR Bukhari No. 4739)

Dikisahkan bahwa salah satu sebab masuknya Umar Bin Khattab ke dalam agama Islam adalah karena mendengar Surah Thaha. Anas bin Malik menuturkan bahwa suatu ketika Umar keluar membawa pedangnya, lalu diberitakan kepadanya bahwa saudari dan iparnya telah masuk Islam. Umar pun bergegas mendatangi keduanya, sementara di sisi mereka ketika itu Khabbab bin Al-Aratt sedang membaca Surah Thaha. Umar pun berkata, “Berikan kepadaku kitab yang bersama kalian agar aku membacanya!” dan memang Umar adalah seorang yang mampu membaca. Maka, saudarinya pun berkata kepadanya, “Wahai Umar! Sesungguhnya engkau najis dan tidak boleh ada yang menyentuh Al-Quran kecuali orang-orang suci. Mandi atau berwudhu-lah terlebih dahulu!” Maka Umar pun bangkit dan berwudhu, kemudian mengambil kitab itu, setelah itu beliau pun membaca Surah Thaha.

Seorang Umar bin Khattab yang sebelumnya terkenal kasar terhadap para sahabat dan keras terhadap Islam, ternyata tergerak hatinya untuk masuk Islam setelah mendengarkan kandungan Surah Thaha. Ini menunjukkan kemuliaan dan keagungan surah ini.

BACA JUGA: Alasan Mengapa Dinamakan Surah Maryam

Apa makna Thaha? Ada beberapa di antaranya adalah:

Pertama, Thaha menurut bahasa sebagian kabilah Arab bermakna “wahai sang lelaki”.

Kedua, Thaha tidak memiliki makna, layaknya huruf muqaththa’ah (huruf-huruf yang terpotong-potong) lainnya yang didatangkan di awal beberapa surah seperti Alif Lam Mim dan Alif Lam Ra.

Ketiga, Thaha adalah nama Nabi ﷺ. Ini diyakini oleh banyak kalangan dari kaum muslimin sehingga banyak didapati seorang Muslim yang menamai anak mereka dengan Thaha.

Namun yang benar bahwasanya Thaha adalah huruf muqaththa’ah, sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Hal ini disebabkan beberapa argumen berikut:

  1. Tidak ada hadis sahih yang menunjukkan bahwasanya Thaha adalah nama nabi;
  2. Kita ketahui bahwa seluruh nama nabi memiliki makna, sedangkan Thaha tidak memiliki makna.

Perhartikan dua ayat pertama Surah Thaha berikut:

طٰهٰ ۚ مَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْاٰنَ لِتَشْقٰٓى ۙ

Thaha. Kami tidak menurunkan Al-Quran ini kepada engkau agar engkau menjadi susah.

Sebagian orang menyangka bahwa dalam ayat ini Allah memanggil Nabi Muhammad ﷺ dengan panggilan Thaha sehingga maknanya menurut mereka, “Wahai Thaha, Kami tidaklah menurunkan Al-Quran ini kepada engkau agar engkau menjadi susah.”

BACA JUGA: Mengenal Sebutan Muqattha’ah dalam Al-Quran

Kita katakan kepada mereka sebagai bantahan. Lalu, bagaimana dengan firman Allah dalam Surah Al-A’raf (7) ayat 1-2

الۤمّۤصۤ ۚ كِتٰبٌ اُنْزِلَ اِلَيْكَ فَلَا يَكُنْ فِيْ صَدْرِكَ حَرَجٌ مِّنْهُ لِتُنْذِرَ بِهٖ وَذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ

Alif Lām Mīm had. Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepada engkau (wahai Muhammad), maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir, dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

Apakah Anda juga mengatakan bahwa alif, laam, miim, shaad adalah panggilan untuk Nabi Muhammad ﷺ?

Adapun pendapat yang mengatakan bahwasanya طٰهٰ  dalam sebagian Bahasa artinya “Wahai sang lelaki”, maka ia adalah pendapat yang cukup kuat jika klaim tersaebut memang benar. Hanya saja, bukanlah kebiasaan Allah memanggil Rasul-Nya dengan sebutan seperti ini. Namun, pendapat inilah yang dipilih Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam kitab tafsirnya.

Apakah Benar Surah Thaha juga disebut dengan Surah At-Takliim dan Surah Musa?

As-Suyuthi dalam Al-Itqan menukilkan dari As-Sakhawi dalam Jamaal Al-Quraa’ bahwasanya Surah Thaha dinamakan juga dengan Surah At-Takliim, yang diambil dari julukan Nabi Musa a.s. yakni Al-Kaliim, orang yang diajak berbicara langsung oleh Allah.

Al-Hudzali dalam Al-Kamil menamakan Surah Thaha dengan Surah Musa karena hampir seluruh surah ini mengisahkan Nabi Musa a.s. serta perincian runut tahapan-tahapan kehidupan Nabi Musa.

BACA JUGA: Para Nabi Menyeru untuk Menyembah Allah

Akan tetapi, kedua penamaan ini, yakni Surah At-Takliim dan Surah Musa, tidak ada dalilnya dan tidak ada seorang pun dari kalangan sahabat yang menamakannya demikian. Maka, yang benar adalah kita hanya mencukupkan penyebutan surah ini dengan Surah Thaha, tanpa mengingkari bahwa topik surah ini memang tentang Nabi Musa a.s.[]

 

SUMBER: TAFSIR AT TAYSIR

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response