Ibrah

Mengenal Perbedaan Antara Nabi dan Rasul

foto: pixabay
53views

Apa perbedaan antara nabi dan rasul? Berikut beberapa pendapat terkait hal ini.

Pertama, rasul diperintahkan untuk berdakwah, sementara nabi tidak diperintahkan untuk berdakwah. Namun, pendapat ini tidak lepas dari kritikan karena, jangankan nabi, para ulama saja berdakwah. Maka, sudah tentu para nabi juga berdakwah. Nabi ﷺ bersabda, “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh, para nabi tidaklah mewariskan Dinar ataupun Dirham. Sungguh, mereka hanya memberikan ilmu. Barang siapa mengambil warisan tersebut, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.”

Tambah lagi Allah memerintahkan untuk menyebarkan ilmu, bukan mencarinya kemudian menyimpannya saja.

Kedua, rasul membuat syariat yang baru, sedangkan nabi meneruskan syariat rasul sebelumnya. Pendapat ini juga memiliki kritikan karena Nabi Ismail adalah seorang rasul, tetapi beliau meneruskan syariat ayahnya, yaitu Nabi Ibrahim a.s.

 

BACA JUGA: Ketika Para Nabi Berdoa kepada Allah

Ketiga: rasul diutus kepada kaum yang menentang dan menyelisihinya, seperti Nabi Musa a.s. yang diutus kepada Fir’aun dan kaumnya, Nabi Ismail a.s. yang diutus kepada suku Jurhum yang menyelisihinya dan tidak bertauhid kepada Allah. Adapun nabi tidak demikian. Perumpamaan mudahnya, nabi seakan ulama yang berdakwah di tengah kaumnya yang sudah beriman, tetapi masih membutuhkan berbagai perbaikan. Ini adalah pendapat Syaikh Al-Islam, Ibnu Taimiyah dan ini adalah pendapat yang kuat.

Keempat: Kerasulan adalah hubungan antara nabi dengan umatnya, sedangkan kenabian adalah hubungan antara dirinya dengan Allah karenanya Muhammad ﷺ diangkat menjadi nabi dengan turunnya awal Surah Al-Alaq dan diutus menjadi seorang rasul dengan diturunkannya awal Surah Al-Muddatsir. Syaikh As Sa’adi condong kepada pendapat ini. Namun, pendapat ini juga memiliki kritikan karena ia berarti menyatakan bahwa setiap nabi adalah rasul karena setiap nabi pasti berdakwah kepada kaumnya dan mendapat wahyu dari Allah. Padahal faktanya, seorang rasul sudah pasti merupakan nabi, tetapi tidak mesti seorang nabi adalah rasul. Para ulama juga sepakat bahwasanya kedudukan rasul lebih tinggi daripada nabi, dan yang paling mulia di antara para rasul adalah Ulul Azmi yang lima. Urutannya adalah berikut:

BACA JUGA: Nabi Ibrahim Ayah dari Bani Israil dan Suku Quraisy

  1. Ulul ‘Azmi. Yaitu: Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s., Nabi Muhammad ﷺ.
  2. Para rasul.
  3. Para nabi,
  4. Shiddiqun
  5. Syuhada’
  6. Shalihun.

Shiddiqun, Syuhada’, dan Shalihun adalah wali-wali Allah.[]

 

SUMBER: TAFSIR AT-TAYSIR

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response