Ibrah

Larangan Meminta Kematian Saat Ditimpa Musibah

foto: unsplash
75views

Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda, “Janganlah kalian berangan-angan untuk mati lantaran musibah yang menimpa kalian. Kalau memang harus berangan-angan, hendaknya dia mengatakan, ‘Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu baik untukku dan matikanlah aku jika kematian itu baik bagiku.'”

Dalam hadis ini, Nabi ﷺ melarang seseorang meminta kematian karena ada madharat (musibah/marabahaya) yang sedang menimpanya. Contohnya, seseorang yang sedang sakit kemudian meminta kematian. Ini yang dilarang oleh Nabi ﷺ karena sikap tersebut mengesankan bahwa ia tidak terima dengan takdir Allah.

Jangan sampai ketika ada musibah menimpa seseorang, dia tidak bersabar lalu berdoa, “Ya Allah, matikan aku”, melainkan ucapkanlah seperti apa yang telah Rasulullah ﷺ tuntunkan dalam hadis di atas. Serahkan semuanya pada Allah yang lebih mengetahui mana yang lebih baik bagi kita, apakah kematian ataukah kehidupan.

BACA JUGA: Adab Berdoa Para Nabi

Permintaan semacam ini pernah diucapkan oleh Imam Al-Bukhari ketika beliau di-tahzir oleh gurunya, yaitu Muhammad bin Yahya Az-Zuhli. Az-Zuhii menuduh Imam Bukhari mengatakan bahwa Al-Quran adalah makhluk. Akibatnya, majelis Imam Bukhari yang tadinya penuh sesak menjadi kosong melompong. Seluruh murid beliau meninggalkan majelisnya kecuali satu muridnya yang setia, yaitu Imam Muslim. Imam Bukhari tidak kuat menghadapi fitnah ini. Ia khawatir keikhlasan dan akidahnya akan goyah dengan ujian yang luar biasa ini. Akhirnya, beliau meminta kepada Allah agar nyawanya segera dicabut. Tidak lama kemudian, Imam Bukhari pun akhirnya meninggal dunia.[]

 

SUMBER: TAFSIR AT_TAYSIR

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response