Asbabul Nuzul

Asbabun Nuzul Surah Ali-Imran (3) Ayat 154 dan 161

Foto: Unsplash
47views

Surah Ali-Imron (3) Ayat 154

ثُمَّ اَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ الْغَمِّ اَمَنَةً نُّعَاسًا يَّغْشٰى طَۤاىِٕفَةً مِّنْكُمْ ۙ وَطَۤاىِٕفَةٌ قَدْ اَهَمَّتْهُمْ اَنْفُسُهُمْ يَظُنُّوْنَ بِاللّٰهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ ۗ يَقُوْلُوْنَ هَلْ لَّنَا مِنَ الْاَمْرِ مِنْ شَيْءٍ ۗ قُلْ اِنَّ الْاَمْرَ كُلَّهٗ لِلّٰهِ ۗ يُخْفُوْنَ فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ مَّا لَا يُبْدُوْنَ لَكَ ۗ يَقُوْلُوْنَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْاَمْرِ شَيْءٌ مَّا قُتِلْنَا هٰهُنَا ۗ قُلْ لَّوْ كُنْتُمْ فِيْ بُيُوْتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِيْنَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ اِلٰى مَضَاجِعِهِمْ ۚ وَلِيَبْتَلِيَ اللّٰهُ مَا فِيْ صُدُوْرِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِيْ قُلُوْبِكُمْ ۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ

 Kemudian setelah kamu berduka cita Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan daripada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata, “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?” Katakanlah, “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah.” Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; Mereka berkata, “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.” Katakanlah, “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.” Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada di dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada di dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Ibnu Rahawaih dari Zubair berkata, “Ketika ketakutan melanda kami pada saat Perang Uhud dan Allah mengirim rasa kantuk kepada kami hingga setiap orang dari kami kepalanya tertunduk sampai dagunya menempel di dadanya karena tertidur, demi Allah aku bermimpi mendengar suara Mut’ab bin Qusyair, ‘Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.’” Kemudian, aku mengingat perkataan tersebut maka Allah menurunkan firmannya, “Kemudian setelah kamu berduka cita Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan daripada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata, “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?” Katakanlah, “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah.” Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; Mereka berkata, “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.” Katakanlah, “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.” Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada di dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada di dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah Ali-Imran (3) Ayat 143 dan 144

Surah Ali Imran Ayat 161

وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ اَنْ يَّغُلَّ ۗوَمَنْ يَّغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۚ ثُمَّ تُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ

Tidak mungkin seorang nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang); Barang siapa yang berkhianat (dalam urusan rampasan perang itu) maka pada Hari Kiamat ia akan datang membawanya apa yang dikhianatinya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal. Sedang mereka tidak dianiaya.

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi—dan ia menghasankan riwayat ini—dari Ibnu Abbas berkata, “Ayat ini turun pada sebuah kain merah yang hilang ketika Perang Badar sedang berkecamuk. Maka, sebagian orang berkata, ‘Mungkin saja Rasulullah ﷺ yang mengambil kain tersebut’ turunlah firman Allah, ‘Tidak mungkin seorang nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang); Barang siapa yang berkhianat (dalam urusan rampasan perang itu) maka pada Hari Kiamat ia akan datang membawanya apa yang dikhianatinya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal. Sedang mereka tidak dianiaya. ‘”

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah Ali-Imran (3) ayat 130 dan 140

Dan diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dalam kitab Mu’jam Al-Kabir dengan sanad perawinya tsiqah dari Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah mengirim satu tentara, kemudian panjinya kembali, lalu beliau mengirim kembali, tetapi panjinya kembali lagi, lalu beliau mengutus kembali, dan panjinya dikembalikan dengan emas sebesar kepala Kijang. Maka, turunlah firman Allah, ‘Tidak mungkin seorang nabi berkhianat.’”[]

 

SUMBER: ASBABUN NUZUL

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response