Ibrah

Ketika Maryam Menghadapi Godaan

foto: Unsplash
46views

Terdapat kisah luar biasa tentang Maryam pada saat dia didatangi oleh seorang laki-laki yang sangat tampan dan sempurna dari segala sisi. Namun, ternyata keimanan dan ketakwaan Maryam jauh melebihi ujian tersebut. Maryam langsung berlindung kepada Allah. Hal ini sebagaimana diceritakan dalam Quran Surah Maryam ayat 18:

قَالَتْ اِنِّيْٓ اَعُوْذُ بِالرَّحْمٰنِ مِنْكَ اِنْ كُنْتَ تَقِيًّا

Maryam berkata, “Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah jika kamu seorang yang bertakwa.

Dalam ucapan di atas tergabung dua hal yang menghasilkan perlindungan sempurna bagi Maryam, yaitu;

  1. Berlindung kepada Allah. Maryam sadar bahwa tidak ada yang bisa menyelamatkan dari godaan yang barat tersebut kecuali Allah
  2. Mengingatkan lelaki tersebut akan Allah.

BACA JUGA: Meneladani Maryam Putri Imran

Dalam ayat selanjutnya, dikatakan bahwa lelaki yang mendatangi Maryam adalah Malaikat Jibril. Allah berfirman dalam Surah Maryam ayat 19:

قَالَ اِنَّمَآ اَنَا۠ رَسُوْلُ رَبِّكِۖ لِاَهَبَ لَكِ غُلٰمًا زَكِيًّا

Ia (Jibril) berkata, “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.”

Jibril memberitahu Maryam bahwasanya dia hanyalah utusan Allah kepadanya untuk memberinya kabar gembira perihal seorang anak yang suci yang akan Allah anugerahkan kepadanya.

Dari kisah tersebut terdapat beberapa faedah yang bisa diambil:

Pertama, ucapan Maryam di atas yaitu “Aku berlindung kepada Allah dari godaanmu dan bertakwalah kamu kepada Allah!” adalah yang seharusnya diucapkan setiap Mukmin ketika mendapati godaan semacam ini. Misalkan ada lawan jenis yang mengirimkan fotonya kepada anda, maka segeralah berlindung kepada Allah dan ingatkan-lah dia untuk bertakwa kepada Allah. Jangan menunda-nunda untuk menghapus dan memblokir percakapan Anda dengannya karena godaan bisa jadi semakin membesar sementara iman kita sedang turun.

Hal ini sangat penting untuk digarisbawahi dan diamalkan karena godaan dari lawan jenis bukan hal yang sepele. Oleh karenanya Allah menjanjikan pahala yang luar biasa bagi mereka yang berhasil mengendalikan hawa nafsunya dalam menghadapinya. Rasulullah menyebutkan bahwa salah satu di antara tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada Hari Kiamat adalah “Seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang terhormat dan cantik jelita namun ternyata ia berkata aku benar-benar takut kepada Allah”.

BACA JUGA: Kisah Maryam dalam Al-Quran

Demikian juga pada kisah tiga orang yang terperangkap di dalam gua, lalu mereka pun ber-tawasul kepada Allah agar Ia menyelamatkan mereka dari gua tersebut, dengan menyebut amal saleh yang pernah mereka lakukan dengan penuh keikhlasan. Di antara amal tersebut adalah sebagaimana dalam doa salah satu dari mereka:

“Ya Allah, dahulu aku memiliki seorang sepupu yang sangat aku cintai. Aku ingin menjadikannya sebagai milikku tetapi ia selalu menolak cintaku. Hingga suatu ketika, ia melalui sebuah momen yang sangat sulit. Ia pun meminta bantuan dariku. Aku pun memberinya 120 Dinar dengan syarat ia mau menyerahkan dirinya kepadaku. Ia pun menerimanya.

Hingga tiba saatnya aku akan menyetubuhinya, ia pun berkata, ‘Janganlah kamu mengambil kehormatanku, kecuali dengan cara yang halal!’

Mendengar itu, aku pun merasa sangat bersalah dan tidak jadi menyetubuhinya. Aku pun pergi meninggalkan wanita yang sangat kucintai itu begitu saja, dan aku sama sekali tidak meminta kembali dinar yang telah kuberikan untuknya.

Ya Allah, andai memang benar bahwa semua itu kulakukan hanya karena mengharapkan wajah-Mu, maka selamatkanlah kami dari kesulitan yang sedang kami hadapi.”

Allah pun mengabulkan doanya dan menggeser sedikit batu besar yang menutupi gua mereka.

Allah berfirman dalam Surah Al-Mulk (67) ayat 12:

اِنَّ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ

Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

Godaan terkait lawan jenis, terutama di zaman fitnah ini, sangatlah membahayakan dan menggelincirkan, tidak peduli siapa Anda, apa kedudukan Anda, seberapa ilmu Anda, baik Anda sudah menikah atau belum. Karenanya, hendaknya seseorang senantiasa bertakwa kepada Allah dan mengambil ibrah dari kisah orang-orang saleh yang pernah menghadapi godaan tersebut dan akhirnya diselamatkan oleh Allah, seperti Nabi Yusuf dan Maryam.

BACA JUGA: Kisah Para Pemuda yang Berlindung di Gua

Kedua, Maryam adalah sosok wanita suci yang amat jauh dari dosa kecil, apalagi dosa besar semacam perzinaan.

Ini merupakan bantahan kepada orang-orang Yahudi yang mengatakan bahwa Nabi Isa a.s. adalah hasil perzinaan antara Maryam dengan kerabatnya yang bernama Yusuf An-Najjar. Perlu diketahui bahwa salah satu aib dan cacat yang nyata dalam Injil adalah menyebutkan bahwa Nabi Isa adalah Isa bin Yusuf An-Najjar dan seterusnya hingga silsilah tersebut sampai kepada Nabi Daud a.s. Sedangkan bagi umat Islam, Nabi Isa adalah Isa bin Maryam, sebagaimana telah disebutkan dalam Al-Quran bahwa beliau tidak memiliki ayah. Kalau memang Injil mengakui bahwa Nabi Isa tidak memiliki bapak, lalu untuk apa nasabnya dinisbatkan kepada Yusuf An-Najjar? Bukankah menyebutkan nasab tersebut sama saja dengan mengamini tuduhan orang-orang Yahudi bahwasanya Nabi Isa adalah anak hasil perzinaan antara Maryam dengan Yusuf An-Najjar?[]

 

SUMBER: TAFSIR AT-TAYSIR

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response