Ibrah

Kisah Doa Nabi Zakaria yang Dikabulkan Ketika Shalat

Foto: Pixabay
45views

Nabi Zakaria merasa sudah sangat tua. Beliau sadar bahwa ia akan wafat meninggalkan banyak orang, baik dari kalangan kerabat dekat maupun Bani Israil secara umum. Beliau akan membutuhkan seseorang yang bisa menggantikan tanggung jawab yang selama ini ia panggul atas mereka, baik berupa bimbingan kenabian ataupun penjagaan, sementara itu beliau belum memiliki keturunan.

Nabi Zakaria sudah lama menginginkan keturunan, namun sampai usia tersebut Allah belum memberikan keinginan tersebut kepadanya. Namun demikian, pada situasi yang menurut logika manusia tak mungkin lagi beliau akan meraih keturunan, melihat kondisi istrinya yang mandul dan dirinya yang sudah sangat tua, tiba-tiba hatinya tergerak untuk meminta kepada Allah sesuatu yang dipandang mustahil tersebut

Hati beliau tergerak setelah melihat sebuah karamah yang Allah berikan kepada keponakannya yang berada di bawah pengasuhannya, yaitu Maryam, ibu dari Nabi Isa a.s. Ibu Maryam adalah saudari kandung istri Nabi Zakaria. Kisah karamah yang menginspirasi Nabi Zakaria ini, Allah sebutkan dalam firman-Nya, yaitu Surah Ali-Imran ayat 37-38:

فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُوْلٍ حَسَنٍ وَّاَنْۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًاۖ وَّكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ۗ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَۙ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا ۚ قَالَ يٰمَرْيَمُ اَنّٰى لَكِ هٰذَا ۗ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ (37) هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ ۚ قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ (38)

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nadzar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati sudah ada makanan di sisinya. Zakaria berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam pun menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendakinya tanpa Hisab.” (37) Pada momen itu adalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.”(38)

BACA JUGA: Kisah Maryam dalam Al-Quran

Nabi Zakaria menempati buah-buahan sudah tersedia di sisi Maryam, padahal tidak ada yang mengantarkannya kepadanya, dan terlebih lagi di saat itu bukanlah musim buah-buahan tersebut. Ketika musim dingin, Nabi Zakaria mendapati di sisi Maryam buah-buahan yang tidak muncul kecuali di musim panas, begitu juga sebaliknya.

Dikisahkan bahwa Nabi Zakaria berdoa ketika sedang shalat, dan doanya dikabulkan juga ketika beliau sedang shalat. Allah berfirman dalam Quran Surah Ali-Imran ayat 39:

فَنَادَتْهُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَهُوَ قَاۤىِٕمٌ يُّصَلِّيْ فِى الْمِحْرَابِۙ اَنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيٰى مُصَدِّقًاۢ بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَسَيِّدًا وَّحَصُوْرًا وَّنَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat mirhab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang putramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu), dan seorang nabi termasuk keturunan orang-orang saleh.

BACA JUGA: Kisah Nabi Musa dan Seorang Lelaki yang Tertolak Doanya

Ini merupakan dalil bahwasanya shalat adalah ibadah yang agung dan shalat memanglah merupakan momen paling tepat untuk berdoa. Karenanya Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah, berpendapat bahwa berdoa dalam shalat lebih baik daripada berdoa setelah shalat—walaupun keduanya diperbolehkan—terutama jika dipanjatkan ketika sujud dan di penghujung shalat karena pada momen shalat seorang hamba masih terhubung dengan Allah. Oleh karenanya, Nabi menganjurkan seseorang berdoa ketika sujud dan ketika menjelang salam, dan tidak didapati adanya anjuran dari beliau untuk berdoa setelah salam. Hendaknya setiap kita memaksimalkan momen shalat yang berharga ini untuk berdoa sebaik-baiknya. Bahkan, Syaikh Ibnu Baz mengatakan bahwa dalam sujud kita boleh berselawat kepada Nabi kemudian meminta kepada Allah.[]

 

SUMBER: TAFSIR AT-TAYSIR

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response