Asbabul Nuzul

Asbabun Nuzul Surah Ali-Imran (3) ayat 31 dan 58

Foto: Pixabay
52views

Surah Ali-Imran (3) Ayat 31

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir dari Hasan Al-Basri berkata suatu kaum pada zaman Rasulullah ﷺ, “Demi Allah, wahai Muhammad. Sesungguhnya kami sangat mencintai Tuhan kami” maka turunlah firman Allah, ‘ Katakanlah ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’”

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah Ali-Imran (3) Ayat 26 dan 28

Surah Ali Imran (3) Ayat 58

ذٰلِكَ نَتْلُوْهُ عَلَيْكَ مِنَ الْاٰيٰتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ

Itulah (kisah Isa) yang Kami bacakan kepadamu (Nabi Muhammad) sebagian bukti-bukti (kebenaranmu sebagai rasul) dan peringatan yang penuh hikmah (Al-Quran).

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatin dari Hasan Al-Basri berkata, “Datang kepada Rasulullah ﷺ dua orang pendeta Najran, dan berkata salah satu dari pendeta tersebut. ‘Siapakah ayah Isa?’ dan Rasulullah tidak langsung menjawab hingga Allah memerintahkannya untuk menjawabnya maka turun pada Rasulullah ﷺ ‘Itulah (kisah Isa) yang Kami bacakan kepadamu sebagian bukti-bukti (kebenaranmu sebagai rasul) dan peringatan yang penuh hikmah (Al-Quran)’ hingga ‘Janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu.’”

Dirawatkan dari jalur Al-Aufi dari Ibnu Abbas r.a. berkata, “Sesungguhnya beberapa orang Najran datang kepada Rasulullah ﷺ dan di antara mereka terdapat tuan-tuan mereka dan juga orang-orang bawahan, mereka berkata, ‘Apa urusan kamu menyebut shahib kami?’ Rasulullah menjawab  ‘Siapa yang kamu maksud?‘, mereka berkata, ‘Isa. Apakah kamu mengira dia adalah hamba Allah?’ Nabi menjawab, ‘Iya,’ dan mereka berkata, ‘Apakah engkau pernah melihat seseorang seperti Isa atau diberitahu tentangnya?’ kemudian mereka pergi dari Rasulullah, kemudian Jibril datang kepada Rasulullah dan berkata, ‘Katakanlah kepada mereka jika datang kepadamu kembali, ‘Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti penciptaan Adam’ hingga ‘Janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu.'”

Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam kitabnya Dalail An-Nubuwwah dari jalur Salamah bin Abdi Yasyu’ dari ayahnya, dari kakeknya, bahwasanya Rasulullah ﷺ menulis kepada penduduk Najran sebelum turun kepadanya ‘Tha Sin’ dengan menyebut nama Tuhan Ibrahim, Ishaq dan Yaqub; dari Muhammad Nabi Allah’ dan dalam kutipan hadis tersebut tertulis, ‘Kemudian mereka mengirim kepada Rasulullah Syarahbil bin Wada’ati, Al-Hamdani, Abdullah bin Syarahbil Al-Asbahi, dan Jabar Al-Hartsi. Kemudian, mereka berangkat menuju Rasulullah, ketika mereka sampai kepada beliau, mereka bertanya-tanya hingga mereka menanyakan, ‘Apa yang kamu katakan tentang Isa?’”

Beliau bersabda, “Aku tidak dapat mengatakan apa pun hari ini maka pergilah hingga nanti aku akan memberitahu kalian.” Ketika mereka memasuki keesokan harinya, Allah menurunkan firman-Nya, ‘Sesungguhnya misal penciptaan Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam’, hingga firman-Nya yang berbunyi, ‘,,, dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.”

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah Ali-Imran (3) Ayat 12 dan 23

Riwayatkan oleh Ibnu Sa’ad dalam kitab Ath-Thabaqat dari Al-Arzaq bin Qais berkata, “Datang kepada Nabi seorang Uskup Nadran dan bawahannya, maka Rasulullah ﷺ menawarkan Islam kepada mereka berdua, mereka berkata ‘Sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam sebelum kamu’. Rasulullah menjawab. ‘Kalian berbohong! Sesungguhnya kalian bukanlah orang Islam karena tidak perkataan kalian berdua: meyakini Allah mempunyai anak, kalian memakan daging babi, dan sujud kalian untuk berhala.’ Mereka berdua mengatakan, ‘Siapakah ayahnya Isa?’ Rasulullah tidak menjawab pertanyaan mereka hingga Allah menurunkan firman-Nya. Maka, Rasulullah kemudian memanggil mereka berdua dan mengajak untuk saling melaknat. Uskup dan bawahannya menolak dan memilih untuk membayar jizyah dan kemudian kembali pulang.”[]

 

SUMBER: ASBABUN NUZUL

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response