Kisah Al-Quran

Penjelasan tentang Panasnya Api Neraka

foto: pixabay
60views

Allah subhanahu wata’ala berfiman dalam Surah Al-Qariah ayat 10 dan 11:

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا هِيَهْۗ (10) نَارٌ حَامِيَةٌ ࣖ (11)

Tahukah kamu apakah (neraka Hawiyah) itu? (10) (Ia adalah) api yang sangat panas. (11)

Penjelasan Ayat

Api di neraka akan dipanaskan terus-menerus oleh Allah sehingga makin panas. Nabi menyebutkan perbandingan api neraka dengan api dunia. Beliau bersabda: “Api yang biasa kalian menyalakan merupakan sebagian dari 70 bagian panasnya neraka jahanam.”

Panas api itu sebesar 70 lipat dari panasnya api dunia. Padahal, api dunia saja sudah sangat panas, apalagi api neraka. Sebagian ulama mengatakan bahwa 70 kali lipat itu secara hakiki atau nyata. Akan tetapi, sebagian ulama mengatakan bahwa 70 simbol untuk menunjukkan panasnya api tersebut tanpa dibatasi jumlah. Hal ini karena orang Arab pada zaman dahulu sering menggunakan angka 70 untuk menunjukkan sesuatu yang banyak.

Ada banyak ayat yang menunjukkan akan panasnya api neraka, misalnya firman Allah dalam Quran Surah Al-Humazah (surah ke-104) 6-7:

نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ (6) الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ (7)

(yaitu) api (Azab) Allah yang dinyalakan;(6) yang (membakar) sampai ke hati. (7)

BACA JUGA: Sepenggal Gambaran Dahsyatnya Siksa Neraka

Karena api yang membakar itu sangat panas, terbakar jugalah organ-organ dalam tubuhnya. Namun, semua itu tidak membuatnya mati atau hidup. Allah berfirman dalam Quran Al-A’la (surah ke-96) ayat 13:

ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ

Selanjutnya, ia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup.

Juga dalam Quran Surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 56:

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيْهِمْ نَارًاۗ كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنٰهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَزِيْزًا حَكِيْمًا

 

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, kami ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa dan Mahabijaksana.

Panas yang dirasakan membuat mereka tidak kuat menanggungnya. Lalu, mereka memohon agar siksaan itu dapat dihentikan walaupun hanya sehari. Akan tetapi, permohonan mereka sekadarhHarapan. Allah tidak menguranginya, bahkan makin menambahkannya. Allah berfirman dalam Quran Surah Ghafir (surah ke-40) ayat 49:

وَقَالَ الَّذِيْنَ فِى النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوْا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِّنَ الْعَذَابِ

Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga penjaga neraka jahanam: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya dia meringankan Azab dari kami sekadar sehari.”

Dan juga dalam Quran Surah An-Naba (surah ke-78) ayat 30:

فَذُوْقُوْا فَلَنْ نَّزِيْدَكُمْ اِلَّا عَذَابًا ࣖ

Karena itu rasakanlah. Dan kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.

BACA JUGA: Penghuni Neraka Tidak Mati dan Tidak Pula Hidup

Pada intinya, Hari Kiamat adalah hari yang sangat dahsyat. Pada hari itu, amalan-amalan saleh akan ditimbang. Lalu, setiap Muslim hendaknya meyakini bahwa setiap kebaikan yang dilakukannya—walaupun hanya sedikit—akan tetap ditimbang oleh Allah. Demikian pula dengan keburukannya. Oleh karena itu, setiap hamba hendaknya tidak pernah meremehkan kebaikan apa pun karena bisa jadi itulah pemberat timbangan amalnya pada Hari Kiamat kelak.[]

SUMBER: TAFSIR JUZ AMMA, karya Ust, Firanda Andirja

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response