Tafsir

Kebahagiaan di Dunia akan Dirasakan sebelum Kebahagiaan di Akhirat

foto: unsplash
58views

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surah Al-Zalzalah (surah ke-99) ayat ke-8:

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ

Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya

 

Penjelasan Ayat

Ayat ini dan ayat sebelumnya merupakan kedua ayat yang mencakup segala sesuatu. Barang siapa yang menjadikan ayat ini sebagai pegangannya, ia akan berusaha untuk selalu bertakwa kepada Allah dan semangat beribadah serta meninggalkan kemaksiatan.

Ayat ini menjadi dalil bahwa keburukan sekecil apapun hendaknya tidak diremehkan. Karena dosa yang diazab oleh Allah bukan hanya dosa-dosa besar saja, seluruh kemaksiatan sekecil apa pun itu akan dicatat oleh Allah dan akan ada pertanggungjawabannya oleh manusia. Allah berfirman dalam surah Ghafir (40) ayat 19:

يَعْلَمُ خَاۤىِٕنَةَ الْاَعْيُنِ وَمَا تُخْفِى الصُّدُوْرُ

Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada

Isi hati manusia juga diketahui oleh Allah. Tidak ada yang sepele atau kecil di sisi Allah. Oleh karena itu, Nabi bersabda: “Hati-hatilah kalian dengan dosa-dosa yang dianggap ringan karena sesungguhnya dosa-dosa tersebut berkumpul pada diri seseorang sampai membinasakannya.”

Jika surah ini dicermati, didapati bahwa balasan-balasan Allah akan didapatkan di Hari Kiamat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Surah Ali Imran (3) ayat 30:

يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًا ۛوَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوْۤءٍ ۛ

Ingatlah pada hari ketika setiap jiwa mendapatkan balasan atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, begitu juga balasan atas kejahatan yang telah dia kerjakan.

BACA JUGA: Ketika Orang Menerima Kitab dari Sebelah Kanan

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman dalam Surah Al-Kahfi (18) ayat 49:

وَوُضِعَ الْكِتٰبُ فَتَرَى الْمُجْرِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَيَقُوْلُوْنَ يٰوَيْلَتَنَا مَالِ هٰذَا الْكِتٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً اِلَّآ اَحْصٰىهَاۚ وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًاۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ اَحَدًا ࣖ

Dan diletakkanlah kitab (catatan amal) lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya dan mereka berkata, ‘Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil, dan yang besar melainkan tercatat semuanya. Dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis) dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun.

Sebagian ulama seperti Imam Ibnu Qayyim rahimahullah menyebutkan bahwa balasan kebaikan maupun keburukan bukan hanya di akhirat melainkan, juga di dunia. Banyak dalil yang menunjukkan hal ini, seperti firman Allah dalam surah Al-Infithar (82) 13-14:

نَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ وَّاِنَّ الْفُجَّارَ لَفِيْ جَحِيْمٍ

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan (13) dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka (32)

Terkait ayat ini, Imam Ibnu Qayyim berkata bahwa ada tiga kenikmatan yang diperoleh orang-orang baik: kenikmatan dunia, kenikmatan alam kubur, dan kenikmatan yang sempurna di akhirat kelak.

Ibnu Taimiyah pernah berkata, “Sesungguhnya di dunia ini terdapat surga. Barang siapa yang tidak memasukinya, ia tidak akan memasuki surga akhirat.”

Orang yang beriman dan beramal saleh akan merasakan kebahagiaan. Sebelum kebahagiaan di akhirat, ia akan merasakan kebahagiaan di dunia. Begitu pun di alam barzakh. Demikian juga pelaku kemaksiatan. Ia akan mendapatkan balasannya di dunia sebelum di akhirat. Oleh karena itu, seandainya seorang Muslim terjerumus dalam kemaksiatan sekecil apa pun, ia akan melihat dampaknya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Surah Asy-Syura (42) ayat 30:

وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ

Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan banyak dari kesalahan-kesalahanmu.

Rasulullah ﷺ juga bersabda dalam sebuah hadisnya, “Tidaklah seorang Muslim ditimpa keletihan, penyakit berkepanjangan, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegelisahan hingga duri yang menusuk, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan sebab tersebut.”

Telah diriwayatkan bahwa ketika Abu Bakar Ash Shiddiq membaca firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Surah An-Nisa (4) ayat 123:

لَيْسَ بِاَمَانِيِّكُمْ وَلَآ اَمَانِيِّ اَهْلِ الْكِتٰبِ ۗ مَنْ يَّعْمَلْ سُوْۤءًا يُّجْزَ بِهٖۙ وَلَا يَجِدْ لَهٗ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا

(Pahala dari Allah) itu bukanlah angan-anganmu dan bukan pula angan-angan ahli kitab. Barang siapa mengerjakan kejahatan niscaya dia akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu dan dia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.

BACA JUGA:  Sepenggal Gambaran Kenikmatan Surga

Abu Bakar pun berkata, “Apakah setiap keburukan yang kita lakukan akan dibalas di akhirat kelak?” kemudian Rasulullah ﷺ menjawab, “Semoga Allah mengampunimu, wahai Abu Bakar. Tidakkah engkau merasakan sakit? Tidakkah engkau merasakan letih? Tidakkah engkau merasakan sedih tidak akan menimpa engkau ke seluruh kesulitan hidup?” Abu Bakar berkata, “Tentu saja, wahai Rasulullah.  Rasulullah ﷺ.  Berkata, “Inilah balasan yang Allah berikan di dunia.”

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kemaksiatan dilakukan oleh seseorang dengan kesedihan kegelisahan dan kesulitan yang dihadapi dan dirasakannya selama di dunia. Akan tetapi, semua penghasil dan balasannya itu akan sempurna ketika di akhirat.[]

 

Sumber: Tafsir Juz Amma, karya Ust. Firanda Andirja

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response