Tafsir

Penjelasan tentang Beda Ahli Kitab dan Kaum Musyrik

56views

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surah Al-Bayyinah ayat 1:

لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙ

Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,

Penjelasan Ayat

Para ulama terbagi dalam beberapa pendapat tentang tafsir ayat ini. Di antara pendapat tersebut adalah sebagai berikut.

Pendapat pertama, bahwa ahli kitab dan kaum musyrikin tidak akan melepaskan diri dari kesyirikan sampai datang bukti yang nyata, yaitu Nabi ﷺ. Maka, sebagian mereka beriman kepada Nabi dan melepaskan kesyirikan mereka.

Pendapat kedua, bahwa ahli kitab dan kaum musyrikin tidak meninggalkan pujian-pujian terhadap nabi sampai Muhammad datang dan mengaku sebagai nabi. Sebelumnya, orang-orang Yahudi memuji nabi karena mereka menyakini nabi tersebut akan datang dari kaumnya. Kaum musyrikin juga memuji nabi karena beliau sebagai orang yang memiliki sifat As-Siddiq dan Al-Amin (jujur dan terpercaya).

Sebagaimana dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan imam Muslim: Dari Ibnu Abbas, bahwa suatu hari Nabi ﷺ keluar menuju Bathha. Kemudian, beliau naik ke bukit sambil berseru, “Wahai sekalian manusia.”  Maka, orang-orang Quraisy pun berkumpul. Kemudian beliau bertanya, “Bagaimana, sekiranya aku mengabarkan kepada kalian bahwa musuh (di balik bukit ini) akan segera menyergap kalian di pagi hari atau sore hari, apakah kalian akan membenarkankanku?” Mereka menjawab “Ya.” Beliau bersabda lagi, “Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan bagi kalian sebelum datang azab yang pedih.” Maka, Abu Lahab pun berkata, “Apakah hanya karena itu kamu mengumpulkan kami? Sungguh Celakalah bagimu!” Allah pun menurunkan firmannya: ‘TABBAT YADAA ABI LAHAB’ hingga akhir ayat.”

Mereka akan terus menguji nabi dan tidak akan meninggalkan pujian tersebut. Setelah Muhammad datang dan mengumumkan bahwa dirinya adalah seorang nabi, barulah mereka mencelanya.

BACA JUGA: Nama-Nama Lain Surah Al-Bayyinah

Ayat ini juga menjadi dalil bahwa, baik ahli kitab maupun kaum musyrikin, keduanya adalah orang kafir. Selain itu, ahli kitab sendiri juga telah berbuat syirik. Kaum musyrikin pada zaman Nabi adalah para penyebab berhala dan penyembah api (orang-orang Majusi). Sementara itu, kesyirikan para ahli kitab berbeda. Mereka, orang-orang Yahudi, mengatakan bahwa Uzair adalah anak Allah. Mereka menyamakan Allah dengan makhluk. Mereka mengatakan tangan Allah terbelenggu. Mereka juga mengatakan Allah miskin. Bahkan, orang-orang Nasrani mengatakan Allah adalah satu dari yang tiga atau Isa adalah anak Allah. Perilaku kesyirikan merekalah yang dikabarkan Allah dalam Al-Quran.

Dalam ayat ini, Allah membedakan kaum musyrikin (penyembah berhala) dan ahlul kitab (kaum Yahudi dan Nasrani) karena masing-masing mempunyai hukum yang khusus yang tidak sama satu dengan yang lainnya. Ahli kitab awalnya memiliki kitab suci: Yahudi punya Taurat dan Nasrani punya Injil sehingga hukum yang berlaku kepada mereka berbeda dengan hukum yang berlaku pada kaum musyrikin. Misalnya, sembelihan ahli kitab halal untuk dimakan sebagaimana sembelihan kaum muslimin, sementara sembelihan kaum musyrikin itu haram. Allah berfirman tentang sembelihan ahli kitab dalam Quran Surah Al-Ma’idah (5) ayat 5:

اَلْيَوْمَ اُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبٰتُۗ وَطَعَامُ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ حِلٌّ لَّكُمْ ۖوَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَّهُمْ ۖوَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ الْمُؤْمِنٰتِ وَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ اِذَآ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ مُحْصِنِيْنَ غَيْرَ مُسٰفِحِيْنَ وَلَا مُتَّخِذِيْٓ اَخْدَانٍۗ 

Pada hari itu dihalalkan segala yang baik-baik. Makanan (sembelihan) Ahli Kitab itu halal bagimu, dan makananmu halal bagi mereka. Dan (dihalalkan bagimu menikahi) perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara perempuan-perempuan yang beriman….

Pesan wanita Ahli Kitab dari Yahudi dan Nasrani juga boleh dinikahi oleh laki-laki Muslim dengan syarat wanita tersebut adalah wanita yang menjaga diri (bukan pezina). Allah berfirman dalam Quran Surah Al-Ma’idah ayat 5:

وَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ الْمُؤْمِنٰتِ وَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ اِذَآ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ مُحْصِنِيْنَ غَيْرَ مُسٰفِحِيْنَ وَلَا مُتَّخِذِيْٓ اَخْدَانٍۗ

… Dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, apabila kamu membayar mas kawin mereka untuk menikahinya tidak dengan maksud berzina dan bukan untuk menjadikan perempuan piaraan…

Kaum muslimin tidak diperbolehkan menikahi wanita-wanita musyrik. Allah berfirman dalam Quran Surah Al-Baqarah (2) Ayat 221:

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكٰتِ حَتّٰى يُؤْمِنَّ ۗ وَلَاَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَّلَوْ اَعْجَبَتْكُمْ ۚ

Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya hamba sahaya yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun ia menarik hatimu…

BACA JUGA: Bantahan Terhadap Liberalisme

Allah membedakan ahli kitab dan kaum musyrikin karena kesyirikan keduanya berbeda pada zaman itu. Dengan demikian hukum yang berlaku di antara mereka juga berbeda.[]

 

Sumber: Tafsir Juz Amma, karya Ust. Firanda Andirja

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response