Tafsir

Nama-Nama Lain Surah Al-Bayyinah

54views

Tafsir Surah Al-Bayyinah

Surah Al-Bayyinah merupakan surah ke-98 yang terdiri dari 8 ayat. Al-bayyinah artinya “bukti yang jelas”.

Para ulama berbeda pendapat tentang status surah Al-Bayyinah: apakah tergolong surah Makkiyah atau Madaniyah. Jumhur ulama berpendapat bahwa surah ini adalah surah Madaniyah dan sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa surah ini adalah surah Makkiyah. Hal ini karena Nabi ﷺ hanya berinteraksi dengan orang-orang musyrikin dan orang-orang Jahiliyah saja selama di Mekkah. Dalam surah ini, Allah berbicara tentang Ahlul kitab, sedangkan Nabi ﷺ berinteraksi dengan mereka ketika berada di Madinah. Ketika beliau di Madinah, di sana telah menetap orang-orang Anshar dari suku Al-Aus dan Al-Khazraj yang sebelumnya merupakan penyembah berhala, dan juga orang-orang Yahudi dari Bani Nadhir, Bani Quraizhah, dan Bani Qainuqa.

Pada awalnya, orang-orang Yahudi tidak tinggal di kota Madinah. Akan tetapi, setelah mendapat kabar dari kitab Taurat tentang diutusnya seorang nabi terakhir dan tempat hijrah Nabi tersebut adalah suatu tempat yang banyak kebun kurmanya, mereka pun mencari tempat tersebut. Akhirnya, ditemukanlah kota Madinah. Lalu, mereka pun menetap di sana dan menunggu kedatangan nabi tersebut. Mereka juga sangat mengetahui sifat-sifat nabi terakhir yang akan diutus tersebut. Allah berfirman dalam Quran Surah Al-Baqarah (2) ayat 146:

اَلَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَعْرِفُوْنَهٗ كَمَا يَعْرِفُوْنَ اَبْنَاۤءَهُمْ ۗ 

Orang-orang yang telah kami beri kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mengenal anak-anak mereka sendiri….

Mereka menduga nabi terakhir itu berasal dari kalangan Bani Israil sebagaimana para nabi sebelumnya. Nabi Ibrahim memiliki dua anak, yaitu Ishak dan Ismail. Ishak memiliki anak, yaitu Yakub, yang kemudian dijuluki Israil. Dari Yakub inilah kemudian lahir semua nabi setelahnya, dimulai dari Nabi Yusuf a.s. hingga Nabi Isa a.s., sehingga semua nabi tersebut adalah keturunan Bani Israil.

BACA JUGA: Tafsir Surah Al-‘Alaq: Penjelasan tentang Permulaan Turunnya Wahyu

Adapun Ismail tidak memiliki keturunan yang menjadi nabi, kecuali Nabi Muhammad ﷺ. Orang-orang Yahudi pun menantikan kedatangan nabi terakhir yang akan mendatangkan kejayaan dan kemenangan. Kaum Yahudi sering sesumbar kepada orang-orang Anshar dengan mengatakan “Wahai, kaum Anshar, nabi terakhir akan diutus dan kami akan bersama nabi tersebut untuk melawan kalian.”

Akan tetapi, nabi tersebut ternyata lahir dari bangsa Arab sehingga mereka pun kafir kepada nabi tersebut. Mereka hasad karena nabi tersebut bukan dari Bani Israil. Allah berfirman dalam Quran Surah Al-Baqarah (2) ayat 89:

وَكَانُوْا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُوْنَ عَلَى الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۚ فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ مَّا عَرَفُوْا كَفَرُوْا بِهٖ ۖ فَلَعْنَةُ اللّٰهِ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ…

… Sedangkan sebelumnya mereka (orang-orang Yahudi) memohon kemenangan atas orang-orang kafir (kaum Anshar tatkala masih kafir), ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka, laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar.

Kaum Anshar-lah  (suku Al-Aus dan suku Al-Khazraj) yang justru beriman kepada nabi dan akan menyertai beliau memerangi Yahudi.

Kaum Anshar berkata: “Kami (Kaum Anshar) dahulu mengalahkan kaum Yahudi beberapa lama pada zaman Jahiliyah, dan ketika itu kami masih musyrik sementara mereka Ahlul kitab. Mereka dahulu berkata ‘sesungguhnya seorang nabi yang sekarang sudah hampir tiba  pengutusannya, dia akan membunuh kalian sebagaimana dibinasakannya kaum ‘Ad dan Iram.’ Ketika Allah mengutus rasulnya dari suku Quraisy, kami (kaum Anshar) justru yang mengikutinya sedangkan mereka kafir kepadanya.” inilah alasan jumhur ulama memasukkan Surah Al-Bayyinah ke dalam golongan surah Madaniyah.

Penamaan Surah

Surah Al-Bayyinah juga mempunyai beberapa nama selain Al-Bayyinah, seperti Surah Al-Qayyimah, Surah Munfakkin, Surah Ahlul Kitab, Surah Lam Yakunilladzina kafaru, sebagaimana dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dari Anas bin Malik, Nabi ﷺ pernah berkata kepada Ubay bin Ka’ab: “Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membacakan kepadamu Surah Lam Yakunilladzinakafaru.” Ubay berkata, “Dia (Allah) menyebut namaku, wahai Rasulullah.” Nabi menjawab, “Iya.” Ubay pun menangis.[]

BACA JUGA: Penjelasan Tentang Kesalahan dan Dosa Para Nabi: Tafsir Surah Asy-Syarh (94) Ayat 2

Sumber: Tafsir Juz Amma, karya Ust. Firanda Andirja

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response