Ibrah

Meneladani Kisah Imam Syafi’i yang Mengkhatamkan Al-Quran Setiap Hari

foto: unsplash
54views

Nama lengkap Imam Syafi’i adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris bin Al-Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin As-Sa’ib bin Ubaid bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Al-Muthalib bin Abdu Manaf bin Qushay. Dengan demikian, nama Syafi’i dinisbahkan kepada salah satu nama kakeknya yang bernama Syafi’. Selain nisbah masyhur Syafi’i, namanya juga dinisbahkan kepada Al-Quraisy, Al-Muthalibi, dan Al-Maki.

Imam Syafi’i lahir di Askelon (Askolan) Gaza, Palestina pada tahun 150 Hijriah. Pada usia 2 tahun, setelah ayahnya wafat, Syafi’i kecil dibawa oleh ibunya ke Mekkah. Pada usia 7 tahun, beliau sudah hafal Al-Quran, hafal kitab Al-Muwatha karya Imam Malik pada usia 10 tahun, dan pada usia 15 tahun beliau sudah mampu berfatwa memenuhi permintaan para ulama lain dan siapa saja yang membutuhkan. Namun, tidaklah beliau berfatwa kecuali setelah menghafal 10.000 hadis.

Dalam satu riwayat disebutkan bahwa, pada awal usianya, Imam Syafi’i tidak begitu banyak membaca Al-Quran karena sibuk menuntut ilmu. Baru di penghujung usianya, beliau memperbanyak kembali tilawah Al-Quran. Ar-Rabi mengatakan, “Imam Syafi’i setiap hari satu kali mengkhatamkan Al-Quran. Bahkan, di bulan Ramadhan, ia mengkhatamkannya hingga 60 kali di luar bacaan Al-Quran pada saat shalat. Suaranya sangat merdu. Tak heran, saat suaranya terdengar orang banyak, mereka sampai menangis keras.”

Demikian juga halnya dalam ibadah malam. Setiap malam, Imam Syafi’i selalu bangun pada sepertiga malam. Bahkan, di akhir-akhir hayatnya, beliau selalu menghidupkannya semalaman. Husain Al-Karabisi pernah menceritakan pengalamannya, “Aku bermalam di tempat Imam Asy-Syafi’i tidak hanya satu malam. Di sepertiga malam, beliau selalu bangun. Beliau tidak kurang membaca 50 ayat, bahkan sampai 100 ayat. Tidaklah melewati ayat tentang rahmat kecuali beliau memohon kepada Allah. Dan, tidaklah melewati ayat tentang azab kecuali beliau berlindung kepada-Nya.”

BACA JUGA: Ubay bin Ka’ab, Salah Seorang Sahabat Nabi untuk Rujukan Al-Quran

Imam Syafi’i sendiri tutup usia di Fustath (Kairo), pada hari Kamis, akhir bulan Rajab 204 Hijriah dalam usia 54 tahun. Jenazahnya dikebumikan di Qarrafah Ash-Shughra, yang sekarang dikenal sebagai komplek pemakaman para wali yang ada di Kairo, Mesir. Di tempat pemakamannya terdapat pelataran atau halaman yang pernah dimakmurkan oleh Sultan Shalahuddin Yusuf dan dibangun kubah di atas pusaranya oleh Raja Kamil Muhammad. Kubah itu pun masih ada hingga sekarang.

Demikianlah kisah singkat dari seorang imam besar bernama Imam Syafi’i. Kemampuannya dalam menghafal Al-Quran dan menghafal ribuan hadis menjadikan sosok beliau sangat disegani. Tidaklah mengherankan jika kemudian mazhab fiqih yang didirikannya sangat masyhur dan banyak diikuti. Wallahu a’lam.[]

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response