Ibrah

Mengenal Zubair bin Awwam, Salah Seorang Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

46views

Nabi Muhammad ﷺ dikenal sebagai sosok dengan sikap yang sangat baik sehingga memiliki banyak sahabat. Semuanya sangat menghormati dan menghargai Rasulullah, bahkan kisah persahabatan mereka banyak diceritakan. Salah satu kisah sahabat yang menarik adalah Zubair Bin Awwam.

Nama Zubair mungkin tidak terkenal layaknya sahabat nabi yang lain, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, atau bahkan Ali bin Abi Thalib. Akan tetapi, Zubair juga memiliki sikap yang sangat mulia dan pantas menjadi teladan bagi umat manusia.

Zubair terlahir dengan nama Abu Abdullah Zubair bin Al-Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qusay. Beliau lahir pada tahun 594 Masehi. Saat Zubair masih kecil, ayahnya meninggal sehingga ia harus tumbuh di panti asuhan bersama sang ibu. Saat berusia 15 tahun, Zubair memeluk agama Islam di Mekkah melalui perantara Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Masuknya Zubair ke dalam Islam menimbulkan reaksi yang keras dari kaum Quraisy. Mereka semua mencela agama beliau, bahkan dari keluarganya sekalipun. Hingga suatu hari, salah seorang paman Zubair marah besar setelah mengetahui kabar bahwa ia memeluk agama Islam. Ia menggulung Zubair dengan tikar kemudian hendak membakarnya. Selain itu, sang paman juga memaksa beliau untuk kembali memeluk agama nenek moyang mereka. Namun, Zubair tidak goyah. Ia tetap yakin pada keputusannya untuk masuk Islam. Zubair Bin Awwam mengucapkan dengan tegas bahwa tidak akan kembali pada kekafiran selama-lamanya. Beliau merupakan generasi pertama dalam keluarganya yang beragama Islam.

BACA JUGA: Zaid bin Haritsah, Sahabat Nabi yang Namanya Diabadikan dalam Al-Quran

Pada tahun 622, Rasulullah ﷺ hijrah ke Madinah, Zubair pun memilih ikut dan diberikan sebidang tanah untuk membangun rumah. Zubair banyak membantu Rasulullah dalam membela agama Islam. Ia ikut bertempur tanpa rasa takut dan tetap berpegang teguh pada keyakinannya. Adapun beberapa kisah dari Zubair yang dapat dijadikan teladan adalah sebagai berikut:

  1. Setia Memeluk Islam. Meskipun hendak dibakar oleh pamannya dan dipaksa untuk kembali kepada keyakinan kaumnya, Zubair tetap taak tergoyahkan imannya dan setia memeluk Islam.
  2. Menghunuskan Pedang Pertama di Jalan Allah Swt. Aurah dan Ibnu al-Musayyib mengatakan bahwa Zubair merupakan orang pertama yang berani menghunuskan pedang miliknya di jalan Allah Swt. Beliau melakukan hal tersebut kepada orang-orang yang telah mengganggu Nabi Muhammad. Suatu hari, saat Zubair tidur siang, tiba-tiba ia mendengar seseorang berteriak bahwa Nabi Muhammad ﷺ telah dibunuh. Ia pun langsung keluar dari rumahnya dengan tangan yang telah mengacungkan pedang. Mengetahui hal tersebut, Rasulullah segera menemui Zubair bin Awwam. “Wahai Zubair, ada apa?” tanya Rasulullah. “Saya baru saja mendengar kabar bahwa Anda telah dibunuh,” jawab Zubair. “Lalu apa yang akan kamu lakukan?” tanya Nabi Kembali. Zubair kemudian menjawab, “Saya akan balas dendam kepada seluruh penduduk Mekkah. Demi Allah.” Saat itu merupakan awal perjuangan dari dakwah Rasulullah ﷺ di Mekkah sehingga masih banyak mendapatkan protes.
  3. Pembawa Kabar Hasil Perang Raja Najasyi. Pada saat umat Islam hijrah ke daerah Habasyah (Ethiopia) juga sedang berlangsung perang antara Raja Najasyi dengan para pengikutnya yang berkhianat. Perang tersebut terjadi karena sang raja memilih untuk melindungi kaum muslimin. Sebelum rombongan tiba ke Ethiopia, umat Islam ingin mengetahui kabar tentang perang. Dengan penuh keberanian, Zubair kemudian memutuskan untuk menyebrangi sungai Nil menggunakan balon. Padahal saat itu beliau sama sekali tidak dapat berenang. Pada akhirnya, karena keberanian tersebut rombongan mendapatkan kabar bahagia yaitu kemenangan Raja Najasy. Hal itulah yang kemudian menyebabkan umat Islam lebih mudah dan aman masuk ke Habasyah.
  4. Memecah Kekuatan Malik bin A’uf pada Perang Hunain. Perang Hunain adalah perang yang berhasil menghancurkan kaum muslimin melalui jebakan-jebakan yang terpasang di dalam gua. Kehadiran sosok Zubair mampu memecah kekuatan pimpinan kaum Hawaza dalam perang tersebut, yaitu Malik bin ‘Auf. Oleh karena itu, secara perlahan kekuatan para muslimin menjadi bangkit kembali. Pada akhirnya, mereka dapat mengalahkan para pasukan Malik bin ‘Auf.
  5. Setia dalam Militer. Zubair Bin Awwam ikut bergabung dalam semua ekspedisi militer. Beliau ikut dalam beberapa pertempuran besar, termasuk pertempuran Khaibar, Palung, Yarmuk, perang Badar, Uhud, hingga pembebasan Mekkah.
  6. Pedagang Sukses yang Dermawan. Selain memiliki sifat pemberani, Zubair Bin Awwam juga sukses dalam berdagang hingga memiliki kekayaan yang berlimpah. Meskipun demikian, Zubair tidak pernah sombong, bahkan termasuk salah satu sahabat Nabi yang rajin sedekah dan dermawan.

BACA JUGA: Ubay bin Ka’ab, Salah Seorang Sahabat Nabi untuk Rujukan Al-Quran

Zubair wafat di usia 66 atau 67 tahun, tepatnya pada bulan Rabiul Awal tahun 36 H. Saat terjadinya Perang Jamal. Beliau dibunuh oleh seseorang yang bernama Amr bin Jurmuz. Saat itu, Zubair sedang melaksanakan shalat setelah meninggalkan medan perang.

Kabar wafatnya menjadi duka yang sangat mendalam bagi Ali bin Abi Thalib. Beliau bahkan mengatakan bahwa nerakalah bagi orang yang telah membunuh putra dari Shafiyyah ini.

Nabi Muhammad ﷺ menganggap Zubair sebagai salah satu sahabat terbaiknya. Beliau pernah bersabda bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali Thalhah, dan Zubair akan masuk ke dalam surga.[]

 

Diolah dari beberapa sumber

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response